Jakarta, BolaKini.net - Timnas Indonesia U-22 babak belur setelah dihajar Malaysia 0-3 pada laga perdana Grup H Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 di Suphacalasai National Stadium.
Di mata pengamat asal Jawa Timur, Ferryl Raymond Hattu, penampilan mengecewakan Timnas Indonesia U-22 pada babak pertama membuat gawang Satria Tama kebobolan tiga gol.
Meski secara statistik Indonesia tak kalah dari Malaysia, bahkan hampir dalam semua instrumen Timnas Indonesia U-22 masih lebih unggul ketimbang Malaysia, Ferryl menilai efektivitas Malaysia jauh lebih baik, khususnya pada babak pertama. Taruhan Online
Ia menyebutkan ada beberapa hal yang membuat Tim Garuda Muda gagal total di partai ini.
Berikut catatan mantan kapten Timnas saat merebut juara SEA Games 1991 di Manila, Filipina, tersebut.
1. Pemahaman Konsep Sepak Bola Lemah
Pemahaman konsep dasar sepak bola pemain Timnas Indonesia U-22 cukup lemah. Hal itu membuat mereka, khususnya pemain belakang kerap salah dalam membaca datangnya bola. Kondisi ini diperparah buruknya cara pemain belakang menjaga lawan.
2. Standar Kemampuan Pemain Timpang
Judi Bola Dicadangkannya Hansamu Yama Pranata dan Evan Dimas Darmono dianggap sebagai salah satu penyebab buruknya penampilan Timnas Indonesia U-22 di babak pertama. Tak bermaksud menyalahkan keputusan Luis Milla mencadangkan keduanya, tapi standar kemampuan pemain yang menggantikan Hansamu dan Evan timpang.
3. Koordinasi Pertahanan Tidak Optimal
Koordinasi pertahanan Timnas Indonesia U-22 tidak optimal. Pemain belakang tidak kompak dalam melakukan jebakan offside maupun menjaga lawan sehingga beberapa kali pemain Malaysia lolos dan membahayakan gawang Timnas Indonesia U-22.
4. Minim Dukungan Kedua Sayap
Skema permainan Luis Milla diyakini mengandalkan kedua sisi sayap. Sayang, di pertandingan ini peran kedua sayap Timnas Indonesia U-22 bisa dibilang minim. Berkali-kali serangan yang dibangu tak mendapatkan dukungan maksimal dari kedua sektor ini. Bandar Bola
5. Penyelesaian Buruk
Pemain di lini depan buruk dalam penyelesaian akhir. Hal itu bisa dilihat dari statistik, di mana Indonesia memiliki peluang yang tidak jauh beda dengan Malaysia. Namun akurasi yang jelek membuat sejumlah peluang yang didapatkan Tim Garuda Muda tak satu pun berbuah gol.

No comments:
Post a Comment