Jakarta, BolaKini.net - Sepak bola memang selalu menghadirkan kejutan. Tak jarang, skor pertandingan menciptakan hasil yang mengejutkan.
Di dunia Sepak bola , gol adalah hal yang paling ditunggu. Pertandingan yang menghasilkan banyak gol biasanya lebih menarik untuk disaksikan dibandingkan dengan laga yang berakhir imbang tanpa gol.
Dari level internasional, kemenangan 12-1 atas Malta menjadi yang paling diingat oleh suporter timnas Spanyol.
Agen Taruhan Sementara itu, di level klub, pendukung Real Madrid tentu tak bisa melupakan begitu saja kemenangan telak 11-1 melawan Barcelona pada leg kedua semi final Copa Generalismo pada 13 Juni 1943.
Menurut sejarah dari versi kubu Barca, kala itu klub berada dalam tekanan militer dan diinstruksikan untuk kalah melawan Real Madrid. Blaugrana menang dengah skor 3-0 pada leg pertama.
Selain dua partai itu, ternyata ada beberapa pertandingan lainnya yang menghasilkan skor yang lebih besar.
1. AS Adema 149-0 Stade Olympique de L'Emyrne (SOE) (2002)
Pertandingan ini sampai sekarang tercatat oleh Guinnes Book of Records sebagai hasil laga terbesar. Stade Olympique de L'Emyrne kabarnya sengaja mengalah dalam partai play-off Liga Madagaskar pada 31 Oktober 2002. Judi Online
Alasannya, Pasalnya, di laga sebelum itu SOE merasa dikecewakan wasit sehingga kesempatan mengejar gelar pun sudah pupus dan Adema telah dipastikan jadi juara.
2. Akurba FC 79-0 Plateau United Feeders dan Police Machine 67-0 Babayaro FC (2012)
Bandar Judi Catatan gol mencengangkan di level klub terakhir kali terjadi di Liga Nigeria pada tahun 2012. Di satu pertandingan, Plateau United Feeders berhasil mengalahkan Akurba FC 79-0.
Namun, pertandingan ini terbukti masuk dalam kasus skandal pengaturan skor. Federasi Sepak Bola Nigeria akhirnya menghukum keempat tim yang terlibat pada laga ini.
3. Vanuatu 46-0 Mikronesia (2015)
Pertandingan ini hanya salah satu dari tiga kekalahan terbesar Mikronesia dan mungkin dalam sejarah kualifikasi Olimpiade.
Jean Kaltack tampil sebagai pencetak gol terbanyak Vanuatu. Judi Online Dia menciptakan 16 gol bagi Vanuatu. Mikronesia kebobolan 114 gol dalam tiga pertandingan terakhir mereka kala itu.
4. Arbroath 36-0 Bon Accord (1885)
Posisi keempat hasil pertandingan dengan skor terbesar hadir pada laga antara Arbroath melawan Bon Accord di ronde pertama Piala Skotlandia yang berlangsung di Stadion Arbroath (12/9/1885).
Arbroath berhasil menang 15-0 pada babak pertama dan menciptakan 21 gol pada babak kedua. Pemain Arbroath berusia 18 tahun, John Petrie, menciptakan 13 gol dan sampai saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan di level klub.

No comments:
Post a Comment