Thursday, October 6, 2016
Pep Guardiola Dapat Tantangan Besar di Manchester City
Manchester, Bolakini.net – Mantan bek Barcelona, Carlos Puyol, menilai Pep Guordiola memiliki tugas berat jika ingin mengantarkan Manchester City meraih gelar juara Premier League. Menurut dia, Premier League tidak sama dengan La Liga atau Bundesliga.
AGEN BOLA - Sebelum melatih City, Guordiola meraih sukses bersama Barcelona dan Bayern Munchen. Di Camp Nou, manajer berusia 45 tahun tersebut mampu mempersembahkan 14 trofi, sedangkan di Allianz Arena, ia mengoleksi tujuh gelar.
Ucap Puyol, “Ini adalah tantangan terbesar untuk Guordiola. Namun, pada saat yang sama dia juga mengubah persepakbolaan Inggris. Banyak orang yang menyatakan sepak bola Inggris sangat berbeda dengan sepak bola di negara lain. Namun, cara Guordiola menekan lawan-lawannya dalam pertandingan, akan menjadi motor perubahan.”
“Di Inggris, banyak pemain yang bertubuh besar, dan dia sering kali, bola hanya didominasi oleh satu pemain, yang tentu saja akan membuat saya minder di Premier League karena badan saya kecil.”- AGEN TARUHAN
Ia menambahkan, “Guordiola ingin umpan dimulai dari kiper, dan dia akan menekankan anak asuhnya untuk tidak lama-lama dalam memegang bola. Ketika melawan Manchester United, Manchester City hanya memerlukan tiga sentuhan untuk mencetak satu gol.”
Puyol dikenal sebagai salah satu pesepak bola yang mengagumi Guordiola. Menurut Puyol, salah satu kelebihan sang pelatih adalah mampu menjelaskan ide yang rumit dengan cara sederhana dan mudah diterapkan di dalam lapangan.
BANDAR JUDI - Ucap Puyol, “Saya sudah melihat perubahan yang ia berikan untuk Barcelona. Dia akan baik-baik saja di Inggris, dan dia tidak alami kesulitan jelaskan ide dan strategi yang rumit kepada anak asuhnya. Dia adalah pelatih terbaik yang pernah saya temui sepanjang karier saya.”
Pep Guordiola Larang Pemain City Berselancar
Manajer Manchester City, Pep Guordiola, memiliki cara yang terbilang untuk membangun kekompakan para pemainnya. Guordiola disebut sengaja memutus akses internet di pusat latihan klub.
TARUHAN ONLINE - Namun, siapa yang bisa menyangka jika di dalam pusat pelatihan The Citizens itu koneksi internet menjadi barang langka. Bahkan, sinyal 3G pun sangat sukar dicari sehingga para pemain sulit “berselancar”.
Zabaleta menilai semua itu terjadi karena ulah Guardiola. Eks pelatih Bayern Munchen itu menginginkan para pemainnya tak sibuk dengan ponsel masing-masing ketika sedang sarapan atau makan siang bersama-sama.
Kata Zabaleta kepada surat kabar Argentina, La Capital, “Untuk sarapan dan makan siang, kami semua melakukan secara bersama-sama di klub. Sebab, kami tak memiliki akses internet. Pep telah mematikan semuanya. Kami bahkan tak bisa mencari sedikit sinyal 3G.” .
JUDI ONLINE - Meski begitu, Zabaleta mengaku tak masalah dengan cara yang dilakukan Guardiola. Pemain 31 tahun itu bahkan senang bisa bermain di bawah asuhan pria asal Spanyol tersebut.
Ucap Zabaleta, “Anda selalu memiliki impian untuk dilatih oleh pelatih terbaik. Sekarang, saya memiliki kesempatan itu bersama salah satu pelatih terbaik.”
Kekejaman Guardiola nyatanya terbukti ampuh. The Citizens musim ini menjadi tim tangguh dan berada di posisi puncak klasemen sementara dengan raihan 18 poin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment